Pemanfaatan Water Meter untuk Monitoring Tangki dan Pipeline

Water Meter dapat dimanfaatkan untuk memantau aliran air yang masuk ke tangki, keluar dari tangki, dan bergerak melalui jaringan pipeline. Data debit serta volume dari perangkat membantu pengelola mengetahui kondisi distribusi tanpa hanya bergantung pada pemeriksaan manual.

Tangki dan pipeline merupakan bagian penting dalam sistem penyimpanan serta distribusi air. Tangki berfungsi menjaga ketersediaan pasokan, sedangkan pipeline menyalurkan air menuju gedung, kawasan industri, area produksi, atau titik penggunaan lainnya.

Tanpa sistem pengukuran yang tepat, pengelola akan kesulitan mengetahui jumlah air yang dikirim, diterima, dan digunakan. Masalah seperti kehilangan air, aliran tidak stabil, pengisian berlebihan, atau perbedaan volume juga dapat terlambat diketahui.

Meter air pintar membantu menyediakan data pengukuran secara teratur. Ketika perangkat terhubung dengan jaringan komunikasi dan platform IoT, informasi dari banyak titik dapat dikumpulkan dalam satu dashboard monitoring.

Pentingnya Monitoring Tangki dan Pipeline

Tangki digunakan untuk menyimpan air sebelum didistribusikan menuju titik penggunaan. Fasilitas ini dapat ditemukan pada gedung bertingkat, kawasan industri, perumahan, rumah sakit, fasilitas publik, dan jaringan utilitas.

Pipeline menghubungkan sumber air, pompa, tangki, dan area pengguna. Jaringan tersebut dapat memiliki ukuran pipa, panjang, kapasitas, serta kondisi lingkungan yang berbeda.

Pengelola perlu memastikan volume air yang masuk ke tangki sesuai dengan jumlah yang dikirim melalui pipeline. Apabila terdapat perbedaan yang tidak normal, pemeriksaan perlu dilakukan pada pipa, sambungan, katup, pompa, atau titik distribusi.

Monitoring yang baik juga membantu menjaga kontinuitas pasokan. Data aliran dapat digunakan untuk mengetahui apakah air masih bergerak sesuai kebutuhan operasional atau mulai mengalami penurunan.

Peran Water Meter dalam Sistem Tangki

Water Meter dapat dipasang pada jalur masuk dan keluar tangki untuk mengukur jumlah air yang bergerak melalui sistem. Meter pada bagian inlet mencatat volume pengisian, sedangkan meter pada outlet mencatat jumlah air yang didistribusikan.

Perbandingan kedua data tersebut memberikan gambaran mengenai keseimbangan penyimpanan. Jika volume yang masuk lebih besar daripada volume keluar, jumlah air di dalam tangki seharusnya bertambah.

Sebaliknya, jika volume keluar lebih besar, persediaan air akan berkurang. Data ini dapat dibandingkan dengan informasi sensor level untuk memperoleh gambaran kondisi tangki yang lebih lengkap.

Perbedaan yang tidak sesuai dengan perubahan level dapat menjadi tanda adanya masalah. Pengelola dapat memeriksa kemungkinan kebocoran tangki, jalur yang belum terukur, atau kesalahan pada sistem distribusi.

Peran Meter Air pada Pipeline

Pipeline membawa air dari satu lokasi menuju lokasi lain. Meter dapat ditempatkan pada jalur utama, percabangan, atau titik sebelum air memasuki fasilitas tertentu.

Pemasangan pada beberapa bagian membantu pengelola mengetahui jumlah air yang melewati setiap zona. Data dari meter awal dan akhir kemudian dapat dibandingkan untuk mengevaluasi distribusi.

Jika volume pada bagian awal jauh lebih besar daripada volume yang diterima di bagian akhir, jaringan mungkin mengalami kehilangan air. Namun, tim tetap perlu mempertimbangkan adanya cabang lain, waktu pengukuran, dan perbedaan kondisi aliran.

Pembagian titik pengukuran membuat proses pemeriksaan menjadi lebih terarah. Tim teknis dapat memprioritaskan segmen pipeline yang menunjukkan perubahan atau selisih paling besar.

Monitoring Proses Pengisian Tangki

Pengisian tangki perlu dipantau agar jumlah air sesuai dengan kapasitas penyimpanan. Aliran yang terlalu rendah dapat memperpanjang waktu pengisian, sedangkan aliran berlebihan dapat meningkatkan risiko luapan apabila sistem kontrol tidak bekerja.

Meter pada jalur inlet mencatat debit dan volume selama proses pengisian. Pengelola dapat mengetahui berapa lama tangki membutuhkan waktu untuk mencapai kapasitas tertentu.

Data tersebut juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja pompa. Jika debit mulai menurun tanpa perubahan pengaturan, tim dapat memeriksa kondisi pompa, katup, filter, dan jaringan pipa.

Riwayat pengisian membantu perusahaan membentuk pola operasional normal. Ketika durasi pengisian berubah secara signifikan, pemeriksaan dapat dilakukan sebelum gangguan menjadi lebih besar.

Monitoring Distribusi dari Tangki

Air yang tersimpan di dalam tangki akan dialirkan menuju berbagai titik penggunaan. Meter pada jalur outlet membantu mengukur jumlah air yang didistribusikan pada setiap periode.

Data tersebut dapat dibandingkan dengan aktivitas fasilitas. Gedung dapat membandingkan konsumsi dengan tingkat okupansi, sedangkan industri dapat membandingkannya dengan kapasitas produksi.

Jika distribusi meningkat tanpa perubahan aktivitas, pengelola perlu melakukan evaluasi. Peningkatan dapat disebabkan oleh kebocoran, katup terbuka, penggunaan di luar jadwal, atau perubahan kebutuhan operasional.

Informasi debit juga membantu mengetahui apakah aliran masih sesuai dengan kebutuhan. Penurunan debit dapat menjadi tanda adanya penyumbatan, gangguan pompa, tekanan rendah, atau masalah pada pipeline.

Monitoring Pipeline Utama

Pipeline utama membawa volume air dalam jumlah besar menuju suatu kawasan atau fasilitas. Gangguan pada jalur ini dapat memengaruhi banyak pengguna sekaligus.

Meter pada bagian awal pipeline mencatat jumlah air yang dikirim. Meter lain dapat ditempatkan pada titik akhir atau sebelum percabangan untuk mengetahui volume yang diterima.

Perbandingan data membantu pengelola mengevaluasi keseimbangan distribusi. Selisih yang terus meningkat dapat menjadi dasar untuk memeriksa segmen pipa tertentu.

Data juga membantu perencanaan kapasitas. Apabila volume aliran terus mendekati kemampuan maksimum jaringan, perusahaan dapat mempertimbangkan peningkatan infrastruktur.

Monitoring Cabang Pipeline

Jaringan distribusi biasanya memiliki beberapa percabangan menuju gedung, departemen, tenant, atau area produksi. Setiap cabang dapat memiliki kebutuhan air yang berbeda.

Meter pada setiap cabang membantu memisahkan konsumsi berdasarkan lokasi. Pengelola dapat mengetahui bagian yang menggunakan air paling besar dan membandingkannya dengan aktivitas pada area tersebut.

Data ini juga mendukung pembagian biaya. Setiap pengguna dapat dikenakan biaya berdasarkan volume yang tercatat pada jalurnya.

Apabila konsumsi salah satu cabang meningkat secara tiba-tiba, tim dapat segera melakukan pemeriksaan. Cara ini lebih efisien dibandingkan memeriksa seluruh jaringan tanpa petunjuk awal.

Mengidentifikasi Kehilangan Air pada Pipeline

Kehilangan air dapat terjadi akibat kebocoran pipa, sambungan yang rusak, katup bermasalah, atau jalur distribusi yang belum terukur. Masalah kecil dapat berlangsung lama apabila tidak menunjukkan tanda di permukaan.

Data dari beberapa meter dapat membantu menunjukkan kemungkinan kehilangan air. Pengelola dapat membandingkan volume pada awal dan akhir segmen pipeline.

Selisih data tidak selalu berarti kebocoran karena waktu pencatatan dan percabangan juga perlu diperhitungkan. Oleh karena itu, konfigurasi titik pengukuran harus dibuat dengan jelas.

Ketika ditemukan perbedaan yang tidak sesuai dengan kondisi operasional, tim teknis dapat melakukan inspeksi fisik. Data meter membantu mempersempit area pencarian sehingga penanganan menjadi lebih cepat.

Mengetahui Perubahan Debit Air

Debit menunjukkan jumlah air yang mengalir dalam satuan waktu tertentu. Informasi ini penting untuk mengetahui apakah pipeline masih menyalurkan air sesuai kebutuhan sistem.

Debit yang menurun dapat disebabkan oleh tekanan yang berkurang, pompa bermasalah, katup tidak terbuka penuh, atau penyumbatan pada jalur. Kondisi tersebut dapat mengganggu pasokan menuju tangki maupun pengguna.

Sebaliknya, kenaikan debit yang tidak direncanakan perlu diperiksa. Perubahan tersebut dapat terjadi karena pengaturan katup, peningkatan aktivitas, atau aliran yang tidak terkendali.

Riwayat debit membantu perusahaan memahami kondisi normal. Tim dapat membandingkan data aktual dengan pola sebelumnya untuk menentukan kebutuhan pemeriksaan.

Monitoring Digital untuk Tangki dan Pipeline

Pembacaan manual hanya memberikan informasi ketika petugas berada di lokasi. Perubahan yang terjadi di antara jadwal pemeriksaan berisiko terlambat diketahui.

Monitoring digital memungkinkan data dikirim secara berkala menuju platform. Pengelola dapat melihat kondisi beberapa tangki dan jalur pipeline tanpa harus mendatangi seluruh perangkat.

Dashboard dapat menampilkan total volume, debit, riwayat penggunaan, lokasi meter, dan status komunikasi. Data juga dapat dikelompokkan berdasarkan tangki, gedung, zona, atau jalur distribusi.

Sistem terpusat membantu pengelola mengambil keputusan dengan lebih cepat. Tim dapat menentukan bagian yang membutuhkan pemeriksaan berdasarkan perubahan data.

Bulk Smart Postpaid Water Meter WP-SDC

Sistem tangki dan pipeline berskala besar membutuhkan perangkat yang mampu mengukur aliran pada pipa berdiameter besar. Perangkat juga perlu kuat, mudah dirawat, dan mendukung pengiriman data jarak jauh.

Bulk Smart Postpaid Water Meter WP-SDC merupakan meter air pascabayar pintar untuk mengukur debit dan volume pada jaringan distribusi. Produk ini dirancang untuk distribution pipe monitoring dan integrasi dengan sistem IoT.

WP-SDC dapat digunakan pada jalur pengisian tangki, outlet tangki, pipeline utama, cabang distribusi, kawasan industri, gedung, dan utilitas air. Dukungan aplikasi hingga DN500 membuatnya sesuai untuk pengukuran pada jaringan berkapasitas besar.

Perangkat menyediakan pilihan komunikasi LoRa, LoRaWAN, NB-IoT, dan GPRS. Infrared serta Bluetooth opsional juga dapat digunakan sebagai kanal komunikasi cadangan untuk konfigurasi dan pemeriksaan lokal.

Struktur Mekanik dan Elektronik Terpisah

WP-SDC memiliki struktur mekanik serta elektronik yang dirancang terpisah. Desain tersebut membantu teknisi melakukan pemeriksaan dan perawatan pada bagian yang membutuhkan penanganan.

Apabila modul elektronik mengalami gangguan, seluruh meter tidak selalu harus diganti. Teknisi dapat memeriksa bagian komunikasi atau baterai secara terpisah.

Kemudahan maintenance penting untuk perangkat yang dipasang pada pipeline utama. Waktu perbaikan perlu dikurangi agar data monitoring dapat kembali tersedia.

Struktur modular juga mendukung modernisasi sistem. Perusahaan dapat mengembangkan komunikasi digital tanpa langsung mengganti seluruh jaringan pengukuran.

Perlindungan IP68

Meter pada sistem tangki dan pipeline sering ditempatkan di area lembap, pit meter, ruang pompa, atau lokasi terbuka. Lingkungan tersebut membutuhkan perlindungan yang baik untuk bagian elektronik.

Modul elektronik dan baterai WP-SDC diproteksi secara independen. Produk ini juga mendukung perlindungan IP68 untuk membantu menjaga perangkat dari debu serta paparan air.

Proteksi tersebut membantu perangkat digunakan dalam kondisi instalasi yang menantang. Namun, posisi pemasangan tetap harus mengikuti petunjuk teknis dan kebutuhan akses maintenance.

Pemeriksaan lokasi perlu dilakukan secara berkala. Genangan, kerusakan sambungan, dan perubahan lingkungan tetap dapat memengaruhi sistem secara keseluruhan.

Baterai Lithium Berkapasitas Besar

WP-SDC menggunakan baterai lithium untuk mendukung pengukuran dan pengiriman data dalam jangka panjang. Sistem hemat daya membantu mengurangi konsumsi energi ketika perangkat tidak melakukan transmisi.

Fitur tersebut sesuai untuk meter yang dipasang jauh dari sumber listrik. Pipeline yang panjang dapat memiliki titik monitoring pada lokasi yang sulit dijangkau.

Interval pengiriman data perlu disesuaikan dengan tingkat kepentingan setiap titik. Jalur utama dapat mengirimkan data lebih rutin, sedangkan cabang yang stabil dapat menggunakan interval lebih panjang.

Pengaturan yang tepat membantu menjaga ketersediaan informasi sekaligus memperpanjang waktu penggunaan baterai.

Komunikasi LoRa dan LoRaWAN

LoRa dan LoRaWAN dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa meter di sekitar tangki, ruang pompa, gedung, atau kawasan industri. Data dikirim menuju gateway sebelum diteruskan ke platform monitoring.

Teknologi ini sesuai untuk perusahaan yang ingin membangun jaringan komunikasi privat. Banyak titik dapat dikelola melalui infrastruktur yang sama selama cakupan dan kapasitasnya mencukupi.

Posisi gateway perlu ditentukan melalui survei. Jarak, dinding, struktur logam, ruang bawah tanah, dan kondisi area dapat memengaruhi komunikasi.

Sistem dapat dikembangkan secara bertahap dengan menambahkan meter pada jalur lain. Setiap perangkat perlu didaftarkan menggunakan identitas lokasi yang jelas.

Komunikasi NB-IoT dan GPRS

NB-IoT serta GPRS dapat digunakan pada meter yang tersebar dan tidak berada dalam cakupan gateway lokal. Data dikirim melalui jaringan operator seluler menuju server.

Varian tersebut membutuhkan kartu SIM dan layanan komunikasi yang aktif. Slot SIM WP-SDC dibuat terpisah untuk memudahkan proses pemasangan maupun penggantian.

Pengelola perlu memeriksa kualitas sinyal pada lokasi meter. Pit bawah tanah dan ruang tertutup dapat memiliki cakupan yang lebih rendah daripada area terbuka.

Biaya layanan jaringan juga perlu dimasukkan dalam perencanaan. Interval pengiriman dapat disesuaikan agar kebutuhan data dan biaya komunikasi tetap seimbang.

Kanal Komunikasi Cadangan

Infrared dan Bluetooth opsional dapat digunakan sebagai kanal komunikasi cadangan. Teknisi dapat memanfaatkan fitur tersebut untuk pemeriksaan dan konfigurasi dari jarak dekat.

Kanal lokal membantu ketika komunikasi utama mengalami gangguan. Petugas tetap dapat mengakses informasi saat berada di lokasi perangkat.

Fitur ini juga berguna pada tahap commissioning. Teknisi dapat memastikan pengukuran dan konfigurasi sudah sesuai sebelum perangkat dihubungkan ke platform utama.

Ketersediaan komunikasi cadangan membuat proses maintenance lebih fleksibel. Pemeriksaan dasar tidak selalu bergantung pada jaringan jarak jauh.

Touchable Button pada Casing

Tombol sentuh pada badan WP-SDC membantu petugas melakukan kueri data dan mendukung proses upload. Fitur tersebut dapat digunakan ketika teknisi melakukan pemeriksaan langsung.

Akses menjadi lebih praktis karena petugas tidak harus melakukan pembongkaran rumit untuk menjalankan fungsi tertentu. Waktu pemeriksaan dapat dikurangi, terutama pada jaringan dengan banyak meter.

Data lokal juga dapat dibandingkan dengan informasi di platform. Langkah ini membantu mengetahui apakah masalah berasal dari pengukuran atau komunikasi.

Mendukung Retrofit Meter Mekanik

Sistem tangki dan pipeline existing mungkin masih menggunakan meter mekanik. Perangkat tersebut dapat mengukur volume, tetapi belum tentu mampu mengirimkan data secara otomatis.

WP-SDC mendukung konsep retrofit untuk membantu modernisasi sistem pengukuran. Perusahaan dapat menambahkan fungsi elektronik dan komunikasi pada infrastruktur yang sesuai.

Pendekatan bertahap membantu mengatur investasi. Implementasi dapat dimulai dari pipeline utama, jalur pengisian tangki, atau area yang memiliki risiko kehilangan air tinggi.

Setelah hasil penerapan awal dievaluasi, sistem dapat diperluas menuju cabang lain. Cara ini membantu perusahaan melakukan digitalisasi sesuai prioritas.

Integrasi dengan Sensor Level Tangki

Meter air mencatat volume yang masuk dan keluar, sedangkan sensor level menunjukkan ketinggian air di dalam tangki. Kedua data tersebut dapat digunakan secara bersamaan untuk memahami kondisi penyimpanan.

Ketika volume masuk lebih besar daripada volume keluar, level tangki seharusnya meningkat. Jika perubahan tidak sesuai, tim dapat melakukan pemeriksaan pada tangki atau instrumen.

Integrasi data juga membantu mengetahui kecepatan pengisian dan pengosongan. Pengelola dapat memperkirakan waktu yang dibutuhkan sebelum tangki mencapai batas tertentu.

Informasi tersebut mendukung pengaturan pompa dan distribusi. Sistem dapat direncanakan agar pasokan tetap tersedia tanpa menyebabkan tangki terlalu penuh atau terlalu kosong.

Integrasi dengan Sistem Pompa

Pompa memindahkan air melalui pipeline dan mengisi tangki. Data debit dari meter dapat digunakan untuk mengevaluasi hasil kerja pompa.

Jika pompa bekerja tetapi debit berada di bawah nilai normal, tim dapat memeriksa kondisi impeller, tekanan, katup, filter, atau jalur pipa. Data membantu menunjukkan bahwa sistem tidak menghasilkan aliran sesuai kebutuhan.

Pengelola juga dapat membandingkan debit dengan durasi operasi pompa. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi efisiensi dan merencanakan maintenance.

Meter tidak menggantikan sensor tekanan atau sistem kontrol pompa. Namun, data aliran memberikan informasi tambahan untuk memahami kinerja distribusi.

Penerapan pada Kawasan Industri

Kawasan industri memiliki tangki dan pipeline yang mendistribusikan air menuju berbagai fasilitas. Setiap departemen dapat membutuhkan volume berbeda berdasarkan kegiatan operasional.

Meter dapat dipasang pada inlet tangki, outlet, pipa utama, dan cabang menuju area produksi. Data dari setiap titik memberikan gambaran mengenai aliran di seluruh kawasan.

Pengelola dapat membandingkan pemakaian dengan kapasitas produksi. Jika konsumsi meningkat tanpa perubahan output, area terkait perlu dievaluasi.

Monitoring digital juga membantu pembagian biaya antardepartemen atau tenant. Setiap jalur memiliki catatan volume yang dapat digunakan sebagai dasar laporan.

Penerapan pada Gedung Bertingkat

Gedung bertingkat menggunakan tangki bawah dan tangki atas untuk menjaga distribusi air. Pompa memindahkan air melalui pipeline vertikal sebelum dialirkan menuju setiap lantai.

Meter dapat dipasang pada jalur pengisian dan outlet tangki. Perangkat tambahan juga dapat ditempatkan pada cabang menuju lantai atau zona tertentu.

Data membantu pengelola mengetahui jumlah air yang dipindahkan dan digunakan. Konsumsi dapat dibandingkan dengan tingkat okupansi serta jam operasional gedung.

Apabila aliran tetap tinggi saat aktivitas menurun, tim fasilitas dapat melakukan pemeriksaan. Pembagian titik pengukuran membantu menentukan zona yang perlu diprioritaskan.

Penerapan pada Jaringan Utilitas Air

Penyedia layanan air menggunakan tangki dan pipeline untuk menyimpan serta mendistribusikan pasokan ke suatu wilayah. Pengelola perlu mengetahui volume yang masuk, tersimpan, dan dikirim menuju pelanggan.

Meter pada jalur utama membantu mencatat jumlah air yang didistribusikan. Perangkat pada cabang memberikan informasi volume yang diterima oleh setiap zona.

Perbandingan data dapat digunakan untuk mengevaluasi kehilangan air. Riwayat konsumsi juga membantu merencanakan kapasitas tangki dan pipeline.

Wilayah dengan peningkatan kebutuhan dapat menjadi prioritas pengembangan. Data membuat perencanaan didasarkan pada kondisi penggunaan yang tercatat.

Penerapan pada Fasilitas Komersial

Hotel, apartemen, pusat perbelanjaan, dan kawasan komersial membutuhkan pasokan air yang stabil. Tangki digunakan untuk menjaga cadangan, sedangkan pipeline mendistribusikan air menuju berbagai tenant dan fasilitas.

Meter pada setiap cabang membantu memisahkan konsumsi. Data dapat digunakan untuk pembagian biaya yang lebih transparan.

Area bersama seperti taman, toilet umum, dapur, dan ruang layanan juga dapat dipantau. Pengelola dapat mengetahui kontribusi setiap fasilitas terhadap total penggunaan.

Informasi dari platform membantu penyusunan laporan. Perubahan konsumsi dapat diketahui tanpa menunggu pembacaan manual.

Tahapan Implementasi Monitoring Tangki dan Pipeline

Implementasi perlu dimulai dengan pemetaan jaringan. Tim harus mengetahui lokasi tangki, ukuran pipa, jalur inlet dan outlet, percabangan, rentang debit, serta titik penggunaan.

Setelah itu, pengelola menentukan lokasi meter utama dan meter tambahan. Titik pengukuran perlu memberikan data yang cukup untuk mengevaluasi aliran pada setiap segmen.

Teknologi komunikasi kemudian dipilih berdasarkan kondisi lokasi. LoRaWAN dapat digunakan dalam satu kawasan, sedangkan NB-IoT atau GPRS dapat dipilih untuk titik yang tersebar.

Setiap perangkat perlu didaftarkan pada platform menggunakan identitas yang jelas. Nama tangki, jalur pipeline, arah aliran, dan fungsi meter harus dicatat dengan benar.

Tahap terakhir adalah pengujian. Tim perlu memastikan hasil pengukuran, pengiriman, penyimpanan, dan tampilan dashboard berjalan sesuai kebutuhan.

Menentukan Interval Pengiriman Data

Interval pengiriman menentukan seberapa sering informasi tersedia pada platform. Jalur utama dan pengisian tangki dapat membutuhkan data lebih rutin.

Cabang dengan aliran stabil dapat menggunakan interval lebih panjang. Pengaturan tersebut membantu menghemat baterai dan jaringan komunikasi.

Perusahaan dapat menyesuaikan interval setelah memperoleh riwayat awal. Titik yang sering mengalami perubahan dapat diberi frekuensi pengiriman lebih tinggi.

Kebutuhan juga dapat berubah sesuai kegiatan. Konfigurasi perlu dievaluasi ketika terdapat perubahan kapasitas atau pola distribusi.

Menyiapkan Prosedur Maintenance

Sistem digital tetap membutuhkan pemeriksaan fisik. Teknisi perlu memeriksa badan meter, sambungan pipa, kondisi baterai, modul komunikasi, kartu SIM, dan lokasi pemasangan.

Tangki, katup, pompa, dan pipeline juga perlu dirawat karena seluruh bagian tersebut memengaruhi data aliran. Gangguan pada jaringan dapat menghasilkan perubahan yang terlihat pada meter.

Jadwal maintenance dapat disusun berdasarkan tingkat kepentingan setiap titik. Meter pada pipeline utama atau outlet tangki mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih rutin.

Riwayat gangguan perlu disimpan sebagai bahan evaluasi. Informasi tersebut membantu perusahaan memperbaiki prosedur serta menyiapkan komponen yang sering dibutuhkan.

Kesimpulan

Water Meter membantu monitoring tangki dan pipeline melalui pengukuran debit serta volume pada jalur masuk, jalur keluar, pipa utama, dan cabang distribusi. Data dari beberapa titik memberikan gambaran mengenai pengisian, penyimpanan, dan penyaluran air.

Monitoring digital membantu pengelola mengetahui perubahan aliran, mengevaluasi keseimbangan distribusi, mengidentifikasi kemungkinan kehilangan air, dan memantau banyak lokasi secara terpusat.

Bulk Smart Postpaid Water Meter WP-SDC menawarkan komunikasi LoRa, LoRaWAN, NB-IoT, dan GPRS. Produk ini juga memiliki struktur mekanik serta elektronik terpisah, proteksi IP68, baterai lithium, kanal komunikasi cadangan, dan dukungan pipa hingga DN500.

Dengan penempatan meter, jaringan komunikasi, dan prosedur maintenance yang tepat, perusahaan dapat membangun sistem monitoring tangki serta pipeline yang lebih efisien, terukur, dan siap terintegrasi dengan IoT.

Write A Comment