Monitoring Listrik Setiap Tenant Menggunakan Smart Meter

Smart Meter membantu pengelola gedung memantau penggunaan listrik setiap tenant secara lebih jelas. Data dari meter dapat dikirim ke sistem pusat secara otomatis. Karena itu, petugas tidak perlu selalu mencatat meter secara manual. Selain itu, histori konsumsi dapat disimpan untuk laporan dan billing. Dengan cara ini, pemakaian listrik setiap tenant dapat dipantau secara lebih rapi dan mudah dibandingkan.

Mengapa Monitoring Listrik Tenant Penting?

Setiap tenant memiliki kebutuhan listrik yang berbeda. Kantor biasanya memakai AC, komputer, lampu, dan perangkat kerja. Sementara itu, restoran dapat memakai freezer, oven, dan peralatan dapur. Karena itu, penggunaan listrik tidak bisa disamakan. Smart Meter membantu memisahkan data setiap tenant agar pengelola mengetahui konsumsi sebenarnya. Dengan demikian, pembagian biaya listrik menjadi lebih jelas.

Cara Smart Meter Membaca Konsumsi Setiap Tenant

Smart Meter dapat dipasang pada panel listrik setiap tenant. Setelah itu, meter membaca jumlah energi yang digunakan. Data kemudian dikirim melalui jaringan komunikasi menuju gateway atau cloud. Pengelola dapat melihat informasi tersebut melalui dashboard. Selain itu, konsumsi dapat dipantau berdasarkan hari, minggu, atau bulan. Karena itu, perubahan penggunaan listrik lebih mudah diketahui.

Smart Meter Membantu Billing Tenant

Billing listrik membutuhkan data yang rapi dan mudah diperiksa. Jika proses masih dilakukan secara manual, pencatatan bisa memakan waktu. Namun, Smart Meter dapat menyimpan data secara digital. Setelah periode selesai, informasi tersebut dapat digunakan untuk membuat tagihan. Selain itu, histori masih dapat diperiksa kembali jika ada pertanyaan dari tenant. Dengan cara ini, proses billing menjadi lebih mudah ditelusuri.

Monitoring Area Bersama dan Tenant

Gedung tidak hanya memiliki area tenant. Lobby, koridor, lift, parkir, dan ruang fasilitas juga memakai listrik. Karena itu, meter tambahan dapat dipasang pada area bersama. Data tersebut lalu dipisahkan dari konsumsi tenant. Setelah itu, pengelola dapat melihat pemakaian listrik dari masing-masing bagian. Dengan demikian, biaya operasional gedung menjadi lebih mudah dianalisis.

Smart Meter Membantu Melihat Pemakaian Tidak Normal

Konsumsi listrik dapat berubah karena aktivitas tenant. Namun, penggunaan yang terlalu tinggi tetap perlu diperiksa. Misalnya, konsumsi tetap besar setelah jam kerja selesai. Smart Meter membantu menunjukkan kapan perubahan tersebut mulai terjadi. Selain itu, histori dapat digunakan untuk membandingkan pola penggunaan. Karena itu, tim dapat melakukan pengecekan pada area yang lebih tepat.

Smart Water Meter sebagai Pelengkap Monitoring Tenant

Selain listrik, tenant juga dapat menggunakan air dalam jumlah yang berbeda. Karena itu, Smart Water Meter dapat dipakai untuk melengkapi sistem monitoring utilitas. Data air dan listrik dapat dikumpulkan dalam satu sistem. Dengan demikian, pengelola memperoleh gambaran penggunaan utilitas yang lebih lengkap. Cara ini cocok untuk apartemen, gedung komersial, pusat belanja, dan kawasan bisnis.

Remote IoT Prepaid AMI Smart Water Meter

Remote IoT Prepaid AMI Smart Water Meter cocok untuk tenant yang membutuhkan monitoring air sekaligus sistem billing. Produk tersedia dalam ukuran DN15, DN20, dan DN25. Perangkat mendukung komunikasi GPRS, NB-IoT, dan LoRaWAN. Selain itu, fitur utamanya meliputi remote meter reading, remote valve control, prepaid, postpaid, data storage, automatic reporting, dan alarm. Karena itu, produk ini sesuai untuk apartemen, gedung komersial, dan properti dengan banyak tenant.

Smart Multi-jet Water Meter Non Valve

Smart Multi-jet Water Meter Non Valve cocok untuk monitoring air tanpa kontrol valve. Produk tersedia dalam ukuran DN15, DN20, DN25, DN32, dan DN40. Meter mendukung LoRaWAN, NB-IoT, GPRS, 4G, WiFi, dan RS485. Selain itu, perangkat memiliki remote reading, data collection, active reporting, fault alarm, dan layar LCD 8 digit. Karena pilihan ukurannya cukup luas, produk ini dapat digunakan pada berbagai titik tenant.

Smart Meter Membantu Efisiensi Penggunaan Listrik

Data Smart Meter dapat digunakan untuk melihat area dengan konsumsi tinggi. Setelah itu, pengelola dapat melakukan evaluasi. Misalnya, jadwal AC dapat disesuaikan atau lampu dapat dimatikan saat area tidak digunakan. Kemudian, data baru dapat dibandingkan dengan periode sebelumnya. Jika konsumsi turun, hasil perubahan akan terlihat. Karena itu, program efisiensi lebih mudah diukur.

Integrasi Smart Meter dengan IoT dan Dashboard

Jumlah tenant dalam satu gedung dapat cukup banyak. Karena itu, sistem komunikasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Smart Meter dapat terhubung melalui RS485, LoRaWAN, NB-IoT, WiFi, 4G, atau jaringan lain. Setelah itu, IoT Gateway meneruskan data ke cloud. Dashboard kemudian menampilkan konsumsi setiap tenant. Dengan demikian, pengelola dapat memantau banyak meter melalui satu sistem.

Kelola Utilitas Tenant Bersama Meterin

Meterin menghadirkan solusi Smart Metering dan Utility Management untuk membantu pengelola memantau listrik, air, dan gas setiap tenant secara terpusat. Sistem dapat menghubungkan meter dengan IoT Gateway, cloud, dan dashboard monitoring. Selain itu, data dapat digunakan untuk histori konsumsi, laporan, analisis, dan billing. Karena itu, pengelola memiliki data yang lebih jelas untuk mengatur biaya utilitas setiap tenant. Kunjungi Meterin.id untuk mengetahui solusi Smart Meter bagi gedung komersial, apartemen, pusat belanja, dan properti multi-tenant.

Write A Comment