Smart Meter membantu pengelola gedung mencatat penggunaan listrik, air, dan gas dengan lebih mudah. Data dari berbagai meter dapat dikirim menuju sistem pusat secara otomatis. Karena itu, petugas tidak perlu selalu membaca meter satu per satu. Selain itu, histori penggunaan dapat disimpan untuk kebutuhan laporan dan billing. Dengan cara ini, pengelola memiliki data yang lebih jelas saat menghitung biaya utilitas setiap tenant maupun area gedung.
Smart Meter Membantu Pengelolaan Biaya Utilitas Gedung
Biaya utilitas dapat berubah setiap bulan sesuai aktivitas gedung. Listrik dipakai untuk AC, lift, lampu, pompa, komputer, dan fasilitas lainnya. Sementara itu, air digunakan untuk toilet, pantry, restoran, tenant, dan fasilitas umum. Karena itu, pengelola perlu mengetahui konsumsi dari setiap area. Smart Meter membantu mencatat penggunaan tersebut secara digital. Meter utama dapat digunakan untuk melihat total konsumsi gedung. Sementara itu, sub-meter dapat dipasang pada tenant, lantai, atau fasilitas tertentu. Dengan demikian, pengelola dapat mengetahui bagian yang memakai utilitas lebih besar. Data tersebut juga membantu proses pembagian biaya menjadi lebih jelas.
Cara Kerja Smart Meter untuk Monitoring dan Billing
Smart Meter membaca konsumsi pada titik yang telah ditentukan. Kemudian, data dikirim melalui jaringan komunikasi menuju IoT Gateway atau cloud. Setelah itu, informasi dapat dilihat melalui dashboard. Pengelola dapat melihat konsumsi berdasarkan meter, tenant, area, atau periode tertentu. Selain itu, histori data dapat disimpan untuk kebutuhan billing. Jika satu tenant memakai listrik atau air lebih banyak, jumlah tersebut dapat terlihat pada data meter. Dengan cara ini, proses penagihan tidak hanya bergantung pada pencatatan manual. Data lama juga dapat diperiksa kembali ketika ada pertanyaan mengenai tagihan. Karena itu, sistem lebih mudah digunakan untuk gedung dengan banyak tenant.
Monitoring Tenant dan Area Bersama
Setiap tenant memiliki pola penggunaan utilitas yang berbeda. Kantor biasanya memakai listrik untuk AC, lampu, komputer, dan perangkat kerja. Sebaliknya, restoran dapat menggunakan lebih banyak listrik dan air untuk dapur, pendingin, serta pencucian. Karena itu, sub-meter dapat dipasang pada masing-masing tenant. Area bersama juga perlu memiliki meter tersendiri. Misalnya, lobby, koridor, toilet umum, parkir, dan fasilitas gedung dapat dipantau secara terpisah. Setelah itu, pengelola dapat membedakan konsumsi tenant dengan penggunaan area umum. Selain membantu billing, cara ini membuat biaya operasional gedung lebih mudah dipahami.
Remote IoT Prepaid AMI Smart Water Meter untuk Billing Air
Remote IoT Prepaid AMI Smart Water Meter cocok untuk gedung yang membutuhkan monitoring air sekaligus sistem billing. Perangkat tersedia dalam ukuran DN15, DN20, dan DN25 sehingga sesuai untuk sub-metering tenant. Meter mendukung komunikasi GPRS, NB-IoT, dan LoRaWAN untuk pembacaan jarak jauh. Selain itu, tersedia fitur remote meter reading, remote valve control, prepaid, postpaid, automatic reporting, data storage, dan alarm. Data penggunaan dapat disimpan berdasarkan waktu sehingga histori konsumsi lebih mudah diperiksa. Sistem prepaid dapat digunakan untuk pembayaran berdasarkan saldo. Sementara itu, mode postpaid cocok untuk tagihan berdasarkan pemakaian pada akhir periode. Remote valve juga membantu pengelola mengatur aliran dari sistem pusat sesuai kebutuhan. Karena itu, produk ini sesuai untuk apartemen, gedung komersial, kawasan bisnis, dan properti dengan banyak tenant.
Smart Multi-jet Water Meter Non Valve untuk Monitoring Air
Smart Multi-jet Water Meter Non Valve dapat digunakan pada area yang membutuhkan monitoring tanpa kontrol valve. Produk tersedia dalam ukuran DN15, DN20, DN25, DN32, dan DN40. Pilihan komunikasinya mencakup LoRaWAN, NB-IoT, GPRS, 4G, WiFi, dan RS485. Selain itu, perangkat memiliki fitur remote reading, data collection, active reporting, fault alarm, dan LCD 8 digit. Tekanan kerja dapat mencapai sekitar 1,6 MPa. Sementara itu, aliran normal Q3 mulai sekitar 2,5 m³/jam pada DN15, 4 m³/jam pada DN20, 6,3 m³/jam pada DN25, 10 m³/jam pada DN32, hingga 16 m³/jam pada DN40. Karena tidak memiliki remote valve, produk lebih fokus pada pengukuran dan pencatatan konsumsi. Meter ini dapat digunakan pada kantor, restoran, tenant komersial, toilet, pantry, atau fasilitas bersama. Dengan demikian, pengelola dapat memilih ukuran meter sesuai kebutuhan setiap titik.
Smart Meter Membantu Mengontrol Kenaikan Biaya
Histori dari Smart Meter membantu pengelola melihat perubahan konsumsi dari waktu ke waktu. Misalnya, penggunaan bulan ini dapat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Jika konsumsi naik cukup tinggi, tim dapat melihat area yang mengalami perubahan. Selain itu, data juga dapat membantu menemukan penggunaan yang tidak biasa. Contohnya, konsumsi air tetap tinggi ketika tenant sedang tutup. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda awal untuk melakukan pemeriksaan. Hal yang sama berlaku pada listrik. Jika pemakaian tetap tinggi setelah jam kerja, tim dapat memeriksa AC, lampu, atau peralatan lainnya. Karena itu, Smart Meter membantu pengelola melakukan pemeriksaan dengan lebih terarah.
Smart Meter Mendukung Program Hemat Energi dan Air
Program penghematan akan lebih mudah dinilai jika tersedia data sebelum dan sesudah perubahan. Misalnya, pengelola mengatur ulang jadwal AC atau mengganti sistem pencahayaan. Setelah itu, data Smart Meter dapat dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Cara yang sama dapat digunakan untuk air. Pengelola dapat memperbaiki keran, toilet, atau instalasi yang bermasalah. Kemudian, data Smart Water Meter dapat diperiksa kembali. Jika konsumsi turun, hasil perubahan dapat terlihat melalui histori. Dengan demikian, program hemat energi dan air tidak hanya berdasarkan perkiraan.
Dashboard Mempermudah Monitoring Utilitas
Dashboard membuat data dari banyak meter lebih mudah dibaca. Pengelola dapat memilih tenant, area, jenis utilitas, atau periode tertentu. Selain itu, grafik membantu menunjukkan perubahan penggunaan. Data dari meter dapat dikirim melalui RS485, LoRaWAN, NB-IoT, WiFi, 4G, atau jaringan lain sesuai kebutuhan sistem. IoT Gateway kemudian dapat meneruskan data menuju cloud. Dengan cara ini, puluhan hingga ratusan meter dapat dikelola dari satu sistem. Pengelola juga dapat menambah titik baru ketika jumlah tenant bertambah. Karena itu, sistem dapat dikembangkan secara bertahap.
Kelola Biaya Utilitas Gedung Bersama Meterin
Meterin menghadirkan solusi Smart Metering dan Utility Management untuk membantu pengelola memantau air, energi, dan gas secara terpusat. Sistem dapat menghubungkan meter dengan IoT Gateway, konektivitas, cloud, dan dashboard monitoring. Selain itu, data dapat digunakan untuk melihat histori konsumsi, membuat laporan, melakukan analisis, serta mendukung proses billing. Dengan sistem tersebut, pengelola memiliki data yang lebih jelas untuk mengatur biaya utilitas setiap tenant maupun fasilitas bersama. Kunjungi Meterin.id untuk mengetahui solusi Smart Meter yang sesuai untuk gedung komersial, apartemen, kawasan bisnis, dan properti multi-tenant.
Mulai No. 18 dan seterusnya, saya akan pakai pola ini: heading lebih sedikit, isi setiap bagian lebih berbobot, 1 heading = 1 paragraf, spesifikasi produk digabung dengan penjelasan produk, dan kalimat tetap pendek untuk mengejar Readability hijau.

